Time flies....
Rasanya baru kemarin, belajar tergopoh-gopoh semalam suntuk untuk ujian masuk S2 ITB, dari mulai bahasa Inggris, TPA, dan materi dasar ilmu sipil, eh tiba-tiba sekarang sudah tiba di penghujung semester 2 lagi.
Dengan kondisi kehamilan yang cukup berat kali ini, ditambah segudang tugas kuliah milik dua orang yang menumpuk, dan seluruh pekerjaan rumah tangga tanpa khadimat, dan Air dan Bumi yang juga harus dibimbing sekolahnya, dan Badai yang juga masih harus diajar membaca, rasanya ajaib bagaimana saya bisa menyelesaikan semua kerumitan hidup semester ini. Entah bagaimana hasil laporan akademik saya semester ini, tapi rasanya cukup lega juga mendapati saat ini saya punya waktu luang untuk sekedar blogging, beres-beres rumah dengan santai, dan menunggu kelahiran anak keempat ini dalam masa liburan panjang semester genap. Ditambah Air dan Bumi pun libur sekolah, aaah....menyenangkan sekali hidup ini =D.
Dan tiba-tiba saja saya teringat punya janji pada seorang teman untuk menceritakan prosedur yang harus ditempuh untuk mengikuti ujian masuk program Pascasarjana ITB. Saya mengikuti ujian masuk pascasarjana ITB ini dua kali, meski dua-duanya lulus, yang pertama tidak saya ambil karena terbentur masalah beasiswa yang belum saya dapatkan, baru setelah tes yang kedua saya mendapat beasiswa untuk terus lanjut S2 (terima kasih Beasiswa Unggulan =D).
Meski kebanyakan alumni S1 ITB akan berpendapat ujian masuk pascasarjana ITB tak sesusah ujian masuk program S1-nya, tapi saya pikir tak ada salahnya juga mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Apalagi jika boleh sedikit berpromosi sebagai bagian dari keluarga besar ITB, kualitas Pascasarjana ITB masih sangat layak untuk dibilang baik, proses ujian saringan masuknya objektif, banyak pendaftar yang gugur, dan tim seleksi mahasiswa memang berorientasi untuk mendapat calon mahasiswa terbaik, bukan hanya untuk mendapatkan mahasiswa dalam jumlah banyak agar program tersebut tetap berdiri saja (ini bukan kata saya loh, tapi kata salah satu dosen penguji saya hehehe...).
Setiap tahun program pascasarjana ITB membuka dua kali pendaftaran, info lengkapnya bisa dibaca di http://www.sps.itb.ac.id/ind/pendaftaran/persyaratan-magister/.
Secara garis besar, ada empat tahap yang harus dilalui untuk masuk pascasarjana ITB. Tahap pertama adalah seleksi administrasi. Pada tahap ini ada dokumen-dokumen yang harus diisi dan dilengkapi, seperti transkrip nilai dan ijazah S1 yang sudah dilegalisir, pasfoto, dan surat pernyataan belum pernah mengundurkan diri atau Drop Out dari ITB. Oh iya, masih ada lagi surat keterangan sehat dari dokter, surat rekomendasi dan beberapa lembar formulir yang harus diisi.
Untuk yang sudah bekerja, surat rekomendasi ini bisa diperoleh dari atasan, (karena saya PNS saya minta surat rekomendasinya dari atasan langsung saya, Eselon IV dan eselon III saja di kantor), sementara untuk yang belum bekerja, surat rekomendasi ini bisa diperoleh dari dosen pembimbing di kampus terdahulu.
Sementara formulir isian, berisi data-data pribadi yang harus diisi, dari mulai riwayat akademik, karya tulis yang pernah dibuat, organisasi yang pernah diikuti, dan penghargaan yang pernah diraih. Ada juga satu lembar halaman tersendiri yang berisi harapan dan cita-cita setelah mengikuti program pascasarjana ITB. Saran saya, pintar-pintarlah merangkai kata =D, meski jangan juga terlalu berlebihan, jujur saja tentang impian kita ke depannya.
Dokumen yang sudah lengkap diisi bisa dikirim lewat pos atau bisa juga diantar ke Gedung Annex langsung. Untuk yang belum tes TOEFL dan TPA, harap disertakan juga kwitansi pembayaran sebagai bukti untuk mengikuti kedua tes tersebut.
Tes tahap selanjutnya adalah tes TOEFL. Syarat minimal untuk lulus ada di angka 475. Pendaftaran tes TOEFL ini langsung saja ke UPT Pusat Bahasa ITB, gedungnya ada di sebelah gedung Farmasi. Tesnya juga biasanya diadakan di dekat-dekat situ, biasanya turun satu lantai ke basement. Tes TOEFL yang diselenggarakan sebenarnya adalah tes ELPT (English Language Proficiency Test) jadi in sha Allah tidak akan terlalu susah. Terdiri dari tiga bagian tes yaitu listening, structure dan reading. Hasil tes TOEFL berlaku selama dua tahun.
Skor yang nanti diberikan masih harus dikonversi lagi, berikut adalah tabel konversi dari skor ELPT-ITB ke skor TOEFL-PBT (Paper Based Test):
| No | ELPT – ITB | TOEFL (Paper-Based Test) |
| 1 | 0 | 310 |
| 2 | 7 | 310 |
| 3 | 14 | 317 |
| 4 | 21 | 327 |
| 5 | 28 | 350 |
| 6 | 35 | 377 |
| 7 | 43 | 397 |
| 8 | 50 | 417 |
| 9 | 57 | 433 |
| 10 | 64 | 450 |
| 11 | 71 | 463 |
| 12 | 78 | 480 |
| 13 | 85 | 497 |
| 14 | 92 | 513 |
| 15 | 99 | 523 |
| 16 | 106 | 537 |
| 17 | 113 | 550 |
| 18 | 120 | 563 |
| 19 | 128 | 570 |
| 20 | 134 | 587 |
| 21 | 142 | 600 |
| 22 | 149 | 620 |
| 23 | 156 | 637 |
| 24 | 163 | 650 |
| 25 | 170 | 677 |
Sumber: Sertifikat ELPT ITB.
Nah setelah mengikuti tes TOEFL ini, tes selanjutnya adalah Tes Potensi Akademik, meski diselenggarakan oleh Bappenas Jakarta, jangan khawatir karena tesnya dilakukan di ITB. Biasanya TPA ini diselenggarakan di GKU Timur, jadi siap-siap saja naik tangga =D.
Jika Tes TOEFL bisa selesai dalam waktu kurang lebih dua jam, maka tes TPA ini memakan waktu yang lebih lama. Jangan lupa sarapan dulu sebelum tes dan bawa bekal air minum. Alat tulis juga sebaiknya dipersiapkan dengan baik, bawalah pensil cadangan karena jka patah, sayang sekali waktu tes akan terbuang percuma untuk menyerut pensil.
Selesai tes TOEFL dan TPA, masih ada lagi tes materi. Tes ini biasanya terkait dengan jurusan dan sub jurusan yang ingin dimasuki. Tapi biasanya sebelum tes, panitia akan mengirimkan kisi-kisi soal berupa judul dari materi yang akan diujiankan lewat email. Contohnya, karena saya ingin masuk subjurusan Rekayasa Manajemen Infrastruktur Prodi Teknik Sipil maka yang akan diujiankan adalah materi berikut ini:
1. Probabilitas dan Statistik:
2. Ekonomi Teknik:
1. Probabilitas dan Statistik:
- Statistik deskriptif (histogram, rata-rata, standar deviasi, modus, median, kemencengan),
- Fungsi densitas probabilitas atau PDF (normal, standar normal).
2. Ekonomi Teknik:
- Nilai waktu dari uang serta nilai ekivalennya (single payment, uniform series),
- Pemilihan alternative proyek (metoda present worth, future worth,dan annual worth)
3. Manajemen Proyek:
4. Teknologi Material Konstruksi:
Kisi-kisi ini membantu meminimalisir apa saja mata kuliah jaman sarjana dulu yang harus dipelajari lagi.
- Pengetahuan Manajemen Proyek Konstruksi (tahapan, pihak-pihak, pengertian kontrak),
- Penjadwalan dengan CPM atau AOA (penetapan jalur kritis, pembuatan bar chart dan kurva S hasil AOA)
4. Teknologi Material Konstruksi:
- Teknologi Beton (sifat fisik, tahapan pelaksanaan),
- Teknologi Baja (sifat fisik).
Kisi-kisi ini membantu meminimalisir apa saja mata kuliah jaman sarjana dulu yang harus dipelajari lagi.
Tes materi ini biasanya diselenggarakan pada hari yang sama dengan tes wawancara, jadi jangan dulu pulang setelah tes. Pertanyaan ketika wawancara ini biasanya sederhana tapi menjebak, seperti apa motivasi masuk ITB, motivasi masuk jurusan yang dipilih, pengalaman kerja, keterkaitan jurusan yang diambil dengan pekerjaan, apa yang diketahui tentang jurusan yang diambil, apa yang akan dilakukan setelah lulus, masalah pendanaan ya begitu-begitulah. Yang mewawancarai biasanya adalah dosen dari jurusan yang diambil jadi besar kemungkinan jika lulus dan kemudian mengikuti perkuliahan kita akan bertemu kembali dengan dosen yang mewawancarai kita ketika masuk.
Nah setelah keempat tahap tersebut dilalui, hal terakhir yang harus dilakukan adalah menunggu pengumuman hasil test. Seluruh pengumuman dari mulai hasil tes TOEFL, TPA dan pengumuman akhir berupa lulus tidaknya masuk pascasarjana ITB diumumkan di website. Jenis lulus ini pun ada bermacam-macam, lulus memang beneran lulus dan lulus bersyarat. Jadi jika namanya tidak tercantum di daftar lulus jangan dulu berkecil hati, siapa tahu namanya ada di daftar lulus bersyarat, biasanya daftar lulus bersyarat ini karena hasil tes TOEFL atau TPA-nya belum disetor ke Annex. Pengalaman saya untuk hasil TPA, pihak Bappenas selain mengirim hasilnya kepada peserta juga mengirim salinannya langsung ke ITB, sementara hasil tes TOEFL harus diambil sendiri ke UPT Bahasa dan diberikan ke Annex.
Nah, selesai sudah semua tahapan yang harus dilalui untuk masuk pascasarjana ITB, tinggal banyak-banyak berdoa agar diberi yang terbaik. Good Luck.
