Jangan Menikah Muda...
Usia saya masih 19 tahun kala itu, masih tahun kedua di program sarjana, masih dalam proses beradaptasi dengan kehidupan kampus yang sangat keras, karena entah kenapa, meskipun saya juara umum di sekolah asal saya, di kampus ini saya tak lebih dari anak cupu yang ternyata tak bisa apa-apa. Pernah sekali dapat nilai tertinggi pada praktikum Gambar Rekayasa dan UTS AnĂ¡lisis Statistik dan Probabilitas, tapi selebihnya nilai-nilai saya terjun bebas, jelek sekali, tak masuk hitungan sama sekali sebagai mahasiswa cemerlang. Tapi saya juga tak pernah berencana sedikit pun untuk menikah di masa itu. Karena meskipun nilai saya tak cemerlang, itu semata karena saya memang kurang pintar dan kurang berjuang, bukan karena saya punya pacar sehingga konsentrasi belajar saya terpecah. Jadi percayalah, ketika kemudian saya menikah di pertengahan semester 3, itu bukan karena sebelumnya saya pacaran. Kalau ditanya apa alasannya saya menikah muda, mungkin meskipun dengan rasa malu, harus saya akui...


