Belajar Mendengarkan Lagi
Suatu sore, saya dan Aka sedang bercakap-cakap ringan ketika tiba-tiba saja ia berkata: Aka: “Umah, tadi Aka dapet info, besok ada event lagi di Summarecon, ada acara cosplay Xavier dan Caleb juga” Aku: “Maksudnya Aka minta izin mau dateng?” Aka: “Eh, ngga, Aka cuma mau cerita aja kalau besok ada event” Aku: “Hooo…” Setelah sempat hening, tiba2 Aka menyambung lagi: Aka: “Umah, Umah sadar ngga sih kalau pikiran Umah tuh kaya laki-laki banget” Aku: “Oh ya, kenapa emang Ka? Aka: “Iya, Umah tuh kalau ada siapa pun yg cerita ke Umah, pasti buru-buru cari solusi dari apa yang diceritakan, padahal ngga semua orang, apalagi perempuan, cerita tuh karena butuh saran atau solusi, kadang orang cerita tuh cuma pengen didenger aja” Aku : “Ah, begitu ya, Aka ...” Sebetulnya, tanggapan gamang itu bukan karena saya meragukan pernyataan Aka, tapi justru mungkin adalah ketidakpercayaan saya pada sosok diri sendiri yg di...






