Teori Spotlight Effect
Dalam kemacetan Jakarta sore ini, tak sengaja saya sebelahan dengan sepasang pengendara motor paruh baya, sepertinya suami istri, suaminya tidak pakai helm sementara istrinya pakai.
Karena persis sebelahan, tak sengaja saya menguping pembicaraan mereka. Dari logatnya sepertinya mereka orang Betawi.
Istri : “Orang mah yang pake helm tuh yang bonceng, bukan yang dibonceng”
Suami : “Yee emang napa, ini artinya sayang istri”
Saya pun tergelak sendiri mendengar percakapan itu sebelum berapa detik kemudian kami terpisah di lampu merah.
Jakarta, adalah kota seribu paradoks. Konon ibu kota lebih kejam daripada ibu tiri, tapi anehnya kota ini menyenangkan bagi saya justru untuk ketidakpeduliannya. Di kota bajingan ini justru saya menemukan sosok ibu, sosok bapak, bahkan sosok keluarga yang mewujud teman-teman di kantor yang pintar-pintar, baik hati dan menyenangkan
Dan episode sore ini justru menyadarkan saya, kota ini tetap seru seperti biasanya dan saya cinta, sungguh cinta.


Komentar
Posting Komentar