Minggu, 06 September 2026

Tentang Aroma dan Kenangan

Ternyata kenangan punya cara yang aneh untuk pulang.

Kadang ia datang lewat sebuah lagu. Kadang lewat tempat yang tidak sengaja kita lewati. Kadang hanya melalui satu aroma yang tiba-tiba memenuhi udara, dan sebelum sempat bertanya kenapa, kita sudah kembali ke masa yang jauh.

Ada satu bau yang selalu punya kemampuan seperti itu padaku.

Aku tidak tahu sejak kapan ia menjadi begitu akrab. Yang aku tahu, setiap kali aromanya datang, selalu ada sesuatu yang ikut kembali. Sebuah suasana. Sebuah tempat. Sepotong percakapan. Wajah seseorang. Atau sekadar perasaan yang dulu pernah begitu kuat, tetapi sekarang sudah tidak tahu harus kusebut apa.

Aneh bagaimana hidung bisa mengingat sesuatu yang kepala sudah berusaha sedari lama untuk lupakan.

Kita bisa membuang foto, menghapus pesan, menyimpan barang-barang lama di tempat yang tidak pernah lagi dibuka. Kita bisa mengatakan kepada diri sendiri bahwa semuanya sudah selesai.

Tapi lalu aroma itu datang. Dan tiba-tiba saja, masa lalu tidak terasa sejauh itu.

Mungkin memang begitulah kenangan bekerja. Ia tidak benar-benar hilang. Ia hanya bersembunyi di tempat-tempat yang tidak kita duga, menunggu dibangunkan oleh satu hal kecil saja. Bahkan oleh sebuah bau yang hanya lewat beberapa detik.

Lalu kita tersenyum, atau mungkin terdiam.

Mengingat sesuatu yang sebenarnya sudah lama tidak ingin kita ingat.

Dan setelah aromanya perlahan menghilang, kita kembali menjalani hari seperti biasa.

Hanya saja, kali ini kita tahu satu hal: ternyata ada kenangan yang tidak perlu kita cari.

Ia akan menemukan jalannya sendiri untuk pulang.

Kadang hanya lewat udara.

Lalu mengetuk hati, sebentar saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang Aroma dan Kenangan

Ternyata kenangan punya cara yang aneh untuk pulang. Kadang ia datang lewat sebuah lagu. Kadang lewat tempat yang tidak sengaja kita lewati....